Skip to main content

Asal usul danau Sentani Papua

ASAL USUL TERBENTUKNYA DANAU SENTANI
  
    Dahulu kala hidup seorg Raja di Cyclop yg menguasai gunung & dataran luas. Keberadaan air terjun membuat daerah kekuasaan si Raja sangat subur. Kesuburan & kemakmuran negeri ini tersira ke pelosol bumi via burung-burung di udara. Pada suatu saat, Pemimpin di negri seberang mendengar kabar burung bahwa di Gunung Cyclop hidup seorang Raja yang baik hati & memiliki sumber air. Kabar ini menarik perhatian para pemimpin dinegeri seberang utk dtng & memohon kemurahan hati raja Cyclop utk mendapatkan sedikit air bagi negeri mereka yang dilanda kekeringan. Singkat cerita, raja di negeri seberang mengirim utusannya terbang ke Cyclop membawa segala harta benda yang mereka miliki untuk minta air kepada penguasa Cyclop.

    Ketika sang utusan dari negeri seberang tiba, stelah memohon belas kasihan raja untuk sedikit air, Penguasa Cyclop dengan keramahtamahannya menyambut mereka dengan baik & menolak menerima persembahan mereka. Aku akan memberikan air kepada kalian, bawa’lah pulang semua harta yang kau bawa untuk’ku, karena disini aku tak hnya memiliki simber air tetapi juga semua kekayaan alam ada padaku, jawab Raja Cyclop dengan penuh kerendahan hati tanpa menyinggung perasaan utusan dari negeri seberang. Sbelum pulang, kalian minumlah dulu karna perjalananmu sangat jauh, supaya tidak kehausan ditengah jalan. Silahkan minum sampai puas sbelum membawakan air bagi rakyat dinegerimu. Kemudian raja memetik bayi dari pohon enau, membentuknya menyerupai wadah, kemudian mengisi air & diberikan kepada para utusan ini. Kemudian menyuruh mereka segera pulang sbelum hari gelap.
    Stelah berpamitan, mereka pulang. Saking senangnya, mereka lupa akan pesan raja Cyclop yg mana jangan berhenti disepanjang jalan sebelum anda tiba dinegerimu. Saking riangnya, mereka lupa akan pesan raja. Karena capek terbang sangat jauh, mereka berhenti & istirahat disuatu tempat. Ketika terjaga dari mimpinya, secara tak sengaja tangannya menyambar bayi yg berisi air tumpah. Walaupun wadah bayi yg terisi air ini kecil, namun air yg tumpah mengalir tak ada henti2nya, dari sinilah terbentuk danau yang akhirnya dinamakan Danau Sentani, atas kelalaian utusan tersebut!
    Perjalanan ke Papua bisa sangat menyenangkan dengan berkunjung ke Danau Sentani, danau ini memiliki pemandangan yang indah di atas kilauan air, terletak di dekat Jayapura, ibu kota Papua. Keheningan air akan membuat Anda merasa damai seperti berada di surga. Dengan merangkul Pegunungan Cyclops di sebelah utara dan tumbuhan subur sebagai latar belakang yang indah dan melindungi 24 desa yang betengger sekitar danau menjadikan danau ini sangat indah dan unik. Orang-orang di sini ramah dan kreatif, hasil kerajinan tangan mereka merupakan yang terbaik di tanah Papua.
Menaiki perahu di danau merupakan pengalaman yang indah, Anda bisa menyewa perahu bermotor di salah satu desa. Merasakan hembusan angin membelai kulit dan rambut Anda ketika melaju di danau, mengabadikan rumah-rumah panggung dan berkenalan dengan penduduk setempat hanya bisa Anda dapatkan dan rasakan di danau ini.
    Danau Sentani dan sekitarnya dahulu merupakan tempat pelatihan untuk pendaratan pesawat amfibi. Landasan ini dibangun oleh Jepang yang kemudian diambil alih oleh Angkatan Darat AS pada tahun 1944. Legenda perang Amerika, Jenderal McArthur dikatakan pernah tinggal di danau dan di 22 pulau di dalamnya.
    Hidup sebagai nelayan dan lokasinya yang dekat dengan ibu kota provinsi, adalah alasan mengapa sebagian besar penduduk sekitar danau terbuka pada pengunjung. Rumah panggung dengan kolam dan jaring adalah pemandangan umum di danau. Danau ini merupakan rumah bagi setidaknya 33 jenis ikan, yang hampir separuh dari mereka adalah asli danau ini. ikan gergaji (Pristis Microdon)merupakan ikan asli danau ini, namun kini diperkirakan sudah punah. Ikan ini merupakan salah satu ornamen adat pada kerajinan kayu Sentani.

Popular posts from this blog

Asal-usul peradaban biak

   Suku bangsa ini mendiami kepulauan Biak yang terletak di utara Teluk Cenderawasih di Irian Jaya. Penjelajah Eropa dulu menyebut kepulauan itu Schouten Islands. Terdiri dari dua buah pulau besar, yaitu Pulau Biak dan Numfor, serta puluhan pulau-pulau kecil disekitarnya. Ada juga yang menyebut suku bangsa ini orang Nufur atau Mafur (Mafoorsch). Jumlah populasinya sekitar 100.000 jiwa. Bahasa Suku Biak Numfor     Bahasa mereka tergolong bahasa Papua, terbagi dalam sejumlah dialek, seperti : Dialek Ariom, Bo'o, Dwar, Fairi, Korim, Mandusir, Mofu, Opif, Padoa, Penasifu, Samberi, Sor, Sorendidori, Sundei, Wari, Wadibu dan sebagainya. Mata Pencaharian Suku Biak Numfor     Daratan kepulauan ini amat tandus dan tidak baik untuk bercocok tanam dengan leluasa, karena itu sebagian besar mengandalkan mata  pencahariannya kepada kegiatan menangkap ikan di laut dan sungai. Hanya di beberapa tempat mereka bisa menanam sayur, pisang, dan buah-buahan lainnya...

Asal usul suku jawa

Asal usul suku jawa dalam kitab babad Dening Mbah Guru Kawetokake dening Dewan Pengandhar Sabda Badra Santi ing Padhepokan Argasoka Sagunging kahormatan Nuwun Purwaka Buku sejarah punika nyatheti wiwit ing taun Masehi 1931, saking kepek cathetan tuwin pangandikanipun Eyang Buyut canggah guru desa, tuwin Eyang Pandhita Kanung ing Pareden Kendheng Ngargapura, Pomahan, Sukalila lan Prawata. Piweling tuwin pamantos-wantosipun para swargi Eyang Panembahan Kanung punika: “Nggeeerr anak putuku.. Tak weling poma-poma aja nganti dilirwakake!!! Sejarahe canggah wareng leluhur Kanung iki aja nganti keprungu lan diweruhi dening wong sabrang ngatas angin Maghribi. Yen nganti keprojol, awake dhewe mesthi bakal cilaka lan bilahi; klakon dibuwang neng Sawahlunta. Emrehe disirik wong Mutihan wong Kutha.. Mbesok yen wong Kebo Bule wis mulih ning kandhange, crita sejarahe leluhur Kanung iki bakal dilari digoleki dening priyagung Jawa kang mamestri  ngleluri kabudayan J...