Skip to main content

Posts

Showing posts with the label suku

Asal usul suku jawa

Asal usul suku jawa dalam kitab babad Dening Mbah Guru Kawetokake dening Dewan Pengandhar Sabda Badra Santi ing Padhepokan Argasoka Sagunging kahormatan Nuwun Purwaka Buku sejarah punika nyatheti wiwit ing taun Masehi 1931, saking kepek cathetan tuwin pangandikanipun Eyang Buyut canggah guru desa, tuwin Eyang Pandhita Kanung ing Pareden Kendheng Ngargapura, Pomahan, Sukalila lan Prawata. Piweling tuwin pamantos-wantosipun para swargi Eyang Panembahan Kanung punika: “Nggeeerr anak putuku.. Tak weling poma-poma aja nganti dilirwakake!!! Sejarahe canggah wareng leluhur Kanung iki aja nganti keprungu lan diweruhi dening wong sabrang ngatas angin Maghribi. Yen nganti keprojol, awake dhewe mesthi bakal cilaka lan bilahi; klakon dibuwang neng Sawahlunta. Emrehe disirik wong Mutihan wong Kutha.. Mbesok yen wong Kebo Bule wis mulih ning kandhange, crita sejarahe leluhur Kanung iki bakal dilari digoleki dening priyagung Jawa kang mamestri  ngleluri kabudayan J...

Asal usul danau Sentani Papua

ASAL USUL TERBENTUKNYA DANAU SENTANI        Dahulu kala hidup seorg Raja di Cyclop yg menguasai gunung & dataran luas. Keberadaan air terjun membuat daerah kekuasaan si Raja sangat subur. Kesuburan & kemakmuran negeri ini tersira ke pelosol bumi via burung-burung di udara. Pada suatu saat, Pemimpin di negri seberang mendengar kabar burung bahwa di Gunung Cyclop hidup seorang Raja yang baik hati & memiliki sumber air. Kabar ini menarik perhatian para pemimpin dinegeri seberang utk dtng & memohon kemurahan hati raja Cyclop utk mendapatkan sedikit air bagi negeri mereka yang dilanda kekeringan. Singkat cerita, raja di negeri seberang mengirim utusannya terbang ke Cyclop membawa segala harta benda yang mereka miliki untuk minta air kepada penguasa Cyclop.     Ketika sang utusan dari negeri seberang tiba, stelah memohon belas kasihan raja untuk sedikit air, Penguasa Cyclop dengan keramahtamahannya menyambut mereka dengan baik ...

Asal-usul peradaban biak

   Suku bangsa ini mendiami kepulauan Biak yang terletak di utara Teluk Cenderawasih di Irian Jaya. Penjelajah Eropa dulu menyebut kepulauan itu Schouten Islands. Terdiri dari dua buah pulau besar, yaitu Pulau Biak dan Numfor, serta puluhan pulau-pulau kecil disekitarnya. Ada juga yang menyebut suku bangsa ini orang Nufur atau Mafur (Mafoorsch). Jumlah populasinya sekitar 100.000 jiwa. Bahasa Suku Biak Numfor     Bahasa mereka tergolong bahasa Papua, terbagi dalam sejumlah dialek, seperti : Dialek Ariom, Bo'o, Dwar, Fairi, Korim, Mandusir, Mofu, Opif, Padoa, Penasifu, Samberi, Sor, Sorendidori, Sundei, Wari, Wadibu dan sebagainya. Mata Pencaharian Suku Biak Numfor     Daratan kepulauan ini amat tandus dan tidak baik untuk bercocok tanam dengan leluasa, karena itu sebagian besar mengandalkan mata  pencahariannya kepada kegiatan menangkap ikan di laut dan sungai. Hanya di beberapa tempat mereka bisa menanam sayur, pisang, dan buah-buahan lainnya...